SUCCESS WITH VALUES

 

Memaknai Kesuksesan

Sukses.

Apa sesungguhnya definisi mengenai kesuksesan? Umumnya, banyak dari masyarakat kita pada umumnya memaknai kesuksesan berbanding lurus dengan hal-hal yang berkaitan dengan materi, seperti kecukupan harta, capaian jabatan dalam karir, rumah layak nan mewah, keberhasilan akademik, menjadi terkenal, pulang-pergi ke luar negeri dan seterusnya. Ketika seseorang mencapai indikator-indikator ini, maka ia dapat dikatakan: Sukses.

Di satu sisi, hal ini tentu ada benarnya, namun ternyata tidak 100% tepat. Mengapa? Karena yang menjadi penilaian secara keseluruhan pada akhirnya adalah proses bagaimana seseorang  meraih kesuksesan itu yang lebih utama. Apakah sukses dari hasil kerja keras yang jujur, atau dengar cara jalan pintas seperti mencuri uang rakyat, menzhalimi orang lain dan korupsi??

 

 

Sudah terlalu banyak orang-orang di luar sana yang berlomba-lomba untuk sukses dengan menempuh beragam cara, sikat sana sikat sini, hantam sana hantam sini, bahkan kita ikut lelah meyimak berita sebagian dari mereka terpampang di koran dan telivisi.

Berbicara tentang  sukses, berbicara pula kita tentang standar kebahagiaan. Pemahaman terhadap makna kehidupan  di dunia yang sementara ini, akan mempengaruhi keseharian dan visi-misi hidup seseorang. Bagaimana dengan kita? Akan kah kita hanya termasuk dalam daftar nama orang-orang yang hidup biasa-biasa saja, terwarnai dan berpasrah pada kerasnya kehidupan, tanpa impian, tanpa daya juang, tanpa  visi hidup? Atau kah kita termasuk mereka-mereka yang mewarnai kehidupan, menebar kebermanfaatan dan bervisi hidup yang jelas?

Lalu apakah stantard kebahagiaan dan kesuksesan pada masing-masing diri kita?

Beberapa Universitas tersohor di dunia, Cambridge salah satunya, sampai-sampai pernah melakukan penelitian bertahun-tahun dengan metode surve and indeep interview, demi menemukan makna bahagia itu sendiri! Can you imagine? J

Ada hal penting yang sebaiknya kita pegang dalam meraih kesuksesan, yakni sebuah value atau nilai. Karena sesuatu yang berarti sudah pasti di pejuangkan, sudah tentu di jaga ke-berharga-annya bukan? 🙂 Mungkin inilah sebabnya mengapa Albert Einstein pernah mengatakan, “try not to become a man of success, but rather try to become a man of value.”

Ya! That’s it!   V-A-L-U-E. “Nilai” menjadi sesuatu yang amat penting namun pada kenyataannya sering terlupa oleh manusia. Value yang kita pegang dan yakini ini menentukan bagaimana arah dan rupa kesuksesan kita. Memberi arti pada hidup akan memberi spirit yang bisa dikatakan lebih long-lasting kepada siapa saja yang ingin meraih kesuksesan hidupnya. Dan dengannya seseorang dapat menciptakan kebahagiaannya sendiri. Mengapa begitu? Ini karena harta, tahta, dan populeritas semata terbukti tidak akan selamanya menjadi puncak kebahagiaan manusia. Jika harta, tahta dan populeritas adalah arti sukses dan bahagia, maka tidak akan pernah ada kasus bunuh diri maupun akhir hidup yang tragis yang ditempuh oleh orang-orang super kaya dan terkenal seperti Merckle , Williams James Siddis, Elvis Presley,  Michael Jackson, Wendy O. William dan nama-nama lainnya.

Jika suskes hanya diukur berdasarkan materi, maka itu tidak akan jelas batasnya. Apalagi, mengingat manusia seperti kita ini memang diciptakan sebagai makhluk yang tidak sama standar kepuasannya. Contoh mudahnya seperti ini, sekarang kita belum punya mobil, pasti yang dalam hati pikirannya, “pengen banget punya mobil sendiri, yang biasa aja deh ngga usah mahal banget ngga papa” Setelah punya mobil satu, pikirannya mungkin akan berubah, “..kalo  punya 2 mobil enak kali ya, bisa gonta-ganti tiap hari, disewaain juga bisa hehehe..” Terus, setelah kemudian ada kelimpahan harta lagi, beda lagi pikirannya, “enak juga nih kalo punya 3 mobil!”, dan begitu seterusnya dengan bentuk materi yang lainnya.

Maka dari itu, belajar dari realita yang sudah ada di sekeliling kita, kita dapat mengambil pelajaran bahwa pertama: SUKSES adalah saat berhasil meraih kesuksesan berdasarkan nilai-nilai kebaikan yang kita pegang teguh. Sukses dengan cara itu membuat hidup akan lebih ‘hidup’, karena kita telah bertindak dengan berpedoman pada nilai yang kita yakini benar, meskipun jikalau tujuan kita tidak sempat tercapai sekalipun.

Misalnya saja, ada seorang pengusaha yang memegang teguh nilai kejujuran dalam urusan bisnisnya. Prinsipnya, kesuksesan adalah kerja keras, jujur dan berlaku adil terhadap kompetitor. Namun, pengusaha ini akhirnya kalah tender dalam lingkungan kerjanya. Kalau dilihat secara kasat mata memang kalah, tapi sebenarnya ia sudah bermental sukses bukan? Karena ia konsisten meyakini nilai-nilai kebaikan dalam berbisnis.

Contoh nyata lainnya bisa diambil dari Martin Luther King, seorang warga Afro-america berkulit hitam yang berjuang tanpa lelah dengan nilai-nilai yang ia pegang teguh untuk mendapatkan persamaan hal uang sama bagi warga kulit hitam di bumi Amerika. Walaupun di saat kematiannya, bisa dikatakan ia belum berhasil mencapai tujuannya. Namun, namanya kini tetap harum, diingat dan dihormati oleh banyak orang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena ia telah berjuang dan berproses bersama nilai-nilainya yang tetap dikenang.

Kedua, makna value adalah nilai yang ada dalam diri kita sendiri, yang tak dapat tergantikan oleh siapapun. Setiap orang dapat memiliki nilainya masing-masing, dan dengannya lah ia dicintai dan dapat bermanfaat bagi orang lain. “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi yang lain”. Bukan berarti  dimanfaatkan lho ya? 😀 tetapi menebar kebermanfaatan. Inilah value yang sebaiknya dimiliki setiap orang. Kita bisa bayangkan bagaimana indahnya dunia jika demikian J

Lalu sekarang pertanyaannya adalah: bagaimana memberi “nilai” pada diri kita sendiri?

Ya tentunya dengan pastikan visi hidup kita jelas dan terarah, lalu kemudian ditempuh dengan belajar lebih giat, berkerja lebih semangat, berjuang lebih sabar, berbagi lebih ikhlas, dan optimalkan kualitas ibadah kita 😉 Walk the walk! Do Action! (Hz)

”Value yourself and the world will value you with its own way”

 

Zulfa Nur Hanifa – Beswan Mahaghora
Universitas Negeri Jember

One thought on “SUCCESS WITH VALUES

  • Nice Artikel .

    Ke suksesan seperti kebahagiaan , ketika seseorang menentukan suatu target bahwa bahagia adalah yg punya ini dan itu , kalau kita sudah lulus , nikah , py anak, py rumah ,dsb. Trs meningkat pengertian bahagia menurut standar hidup orang lain. Namun yang saya pahami adalah kebahagiaan yang mereka artikan hanya menjadi impian masa depan. Seperti kesuksesan yang d definisikan dgn berbagai hal yang perlu d gapai. Hal tersebut ketika tidam dimaknai akan seperti halnya kaki pelangi yang terlihat satu atau dua langkah di depan, namun selamanya tidak akan bisa digapai. 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *