Stepping Out from The Comfort Zone

Apakah Anda memiliki impian? Saat ini, apakah kegiatan –kegiatan yang Anda lakukan membawa Anda semakin dekat mencapai impian Anda? Jika jawabannya adalah tidak berarti saat ini Anda sedang berada pada zona nyaman. Zona nyaman bukan berarti segala sesuatu berjalan baik dan sempurna sesuai dengan kehendak Anda melainkan keadaan dimana Anda tidak merasa perlu adanya perubahan pada hidup Anda.
 
Saat ini saya akan sedikit membahas mengenai perubahan. Mengapa perubahan itu perlu? Toh tampaknya hidup saya baik – baik saja. Mungkin itu yang ada di pikiran Anda saat berbicara mengenai perubahan dalam hidup. Tahukah Anda “NOKIA”? Perusahaan multinasional komunikasi dan teknologi informasi asal Finlandia ini sangatlah terkenal dan berjaya pada era awal tahun 2000. Tapi jika dilihat sekarang, merk handphone apakah yang digandrungi banyak orang? Saya rasa Anda tidak akan menjawab “NOKIA”
 
Dalam jangka waktu singkat suatu perusahaan raksasa yang terkenal di seluruh dunia tiba – tiba saja menjadi bukan siapa – siapa. Apa yang terjadi? Bagaimana mungkin perusahaan penghasil ponsel yang dipakai hampir semua orang pada era awal tahun 2000 bangkrut? Jawabannya sangat sederhana, mereka terlalu lama hidup dalam zona nyaman. Di saat android mulai menjadi hits “NOKIA” masih tetap santai dan nyaman dengan Symbian. Di saat penjualan mulai turun, apa yang mereka lakukan? Mereka tetap bertahan dengan apa yang dimiliki dan bukannya berusaha melakukan perubahan untuk mengejar kemajuan zaman.
 
Hidup manusia diibaratkan mendaki gunung dan dalam pendakian ini ada tiga jenis manusia. Quitter, Camper, dan Climber. Quitter adalah tipikal orang yang mudah menyerah dan putus asa bahkan sebelum mencoba maju. Tipikal orang seperti ini, sangat pesimis, saat ada rintangan yang terlihat berat di depan mereka memilih mundur karena yakin tidak mampu melewatinya. Sementara camper merupakan orang yang cepat puas jika dalam pendakian mereka sangat suka berkemah dan menikmati pemandangan, saat ada rintangan mereka akan puas dan merasa berhasil setelah melewati sebagian walaupun tidak mencapai ke puncak. Tipe yang terakhir adalah climber yaitu mereka yang terus melangkah menuju puncak gunung tanpa takut rintangan dan tidak mengenal kata menyerah.
 
Jika Anda memiliki suatu perusahaan dan suatu saat membutuhkan pemotongan jumlah karyawan, orang tipikal manakah yang akan Anda PHK? Jawabannya adalah camper. Kenapa? Karena tipikal quitter akan keluar sendiri bahkan tanpa perlu berusaha untuk mengeluarkannya. Sementara camper yang terlalu lama diam dalam zona nyaman dan tidak bergerak tentu akan sangat menganggu dinamika kerja perusahaan Anda.
 
Tanpa Anda sadari, zona nyaman terkadang bisa menjadi bahaya besar dalam hidup Anda. Zona nyaman membuat Anda lupa untuk fokus menuju puncak dan jauh dari hal yang harusnya Anda dapat capai jika Anda mau berusaha. Selain itu saat tiba – tiba ada suatu hal yang menguncang zona nyaman Anda, Anda akan panik dan kehilangan ruang gerak Anda.
 
Jadi, jika saat ini Anda sedang stuck dalam zona nyaman, lebih baik Anda mulai belajar keluar dari zona nyaman Anda. Tapi bagaimana caranya? Saya memiliki beberapa saran untuk Anda lakukan.
  1. Belajar hal – hal baru yang dapat mendukung Anda mencapai impian Anda. Jika Anda berimpian menjadi pemilik perusahaan raksasa namun Anda sama sekali tidak menguasai bisnis, Anda dapat mulai belajar dari sekarang. Banyak cara untuk belajar, Anda tidak perlu beralasan tidak memiliki dana dan sebgainya. Ada banyak buku, bahkan penjelasan mengenai bisnis di internet.
  2. Bertemu dengan orang – orang baru yang dapat membantu Anda mencaapai impian Anda. Jika Anda ingin jadi seorang komikus namun teman Anda tidak ada yang menyukai komik tentu ini tidak akan membantu Anda. Carilah komunitas – komunitas komikus terdekat di daerah Anda. Berkenalanlah dengan anggota – anggotanya dan saling bertukar ilmu mengenai cara menggambar dal lain – lain.
  3. Buatlah planning apa yang ingin Anda capai dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jangan lupa untuk memberikan deadline pada rencana Anda. Misalnya dalam waktu 3 bulan Anda ingin skripsi Anda telah mencapai bab 4. Jadi, selama 3 bulan Anda akan fokus berusaha menyelesaikan skripsi Anda agar bisa mencapai bab 4. Sehingga planning Anda tidak hanya sekedar menjadi wacana tetapi direalisasikan.
  4. Mulailah merubah kebiasaan buruk Anda. Jika saat ini jam tidur Anda sedang berantakan mulailah mengaturnya kembali. Tidurlah yang cukup dan olahraga yang cukup. Jika Anda sering malas – malasan mulailah berpikir impian Anda. Akankah kebiasaan Anda ini membuat Anda mampu mencapai impian tersebut?
  5. Lakukan evaluasi berkala. Apakah Anda berhasil menjalankan planning Anda dan apakah Anda mampu merubah kebiasaan buruk Anda? Jika tidak, mengapa? Carilah alasan kegagalan dan mulai kembali dari langkah awal. Jika berhasil Anda berhak mendapatkan sedikit reward. Misalnya Anda berhasil menurunkan berat badan 10 kg dalam waktu 6 bulan maka Anda bisa menerima reward seperti menikmati es krim favorit Anda.
Keluar dari zona nyaman bukanlah sesuatu yang mudah dan memerlukan banyak usaha, namun tidak perlu khawatir, selama berusaha Anda pasti bisa keluar dari zona nyaman Anda. Ingatlah kembali bahwa zona nyaman terkadang sangat berbahaya dan mampu membawa kita pada kehancuran.

Life begins at the end of your comfort zone – Neale Donald Walsch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *