HIDDEN TREASURES


Pernahkah Anda mendengar istilah sedikit – sedikit lama – lama menjadi bukit? Sewaktu saya kecil istilah ini sering dipakai untuk mengajak saya menabung. Namun, kali ini saya ingin menceritakan sesuatu yang berbeda. Kisah yang saya ceritakan ini mengenai sebutir nasi.

Menurut Wikipedia, nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Nasi sebagai makanan pokok biasanya dihidangkan bersama lauk sebagai pelengkap rasa dan juga melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Nasi bisa dikatakan makanan pokok bagi masyarakat di Asia, khususnya Asia Tenggara.


Sebagai makanan pokok kita tentu sangat sering makan nasi dan secara tidak sadar kita juga sering menyisakan butiran nasi dalam piring kita. “Apalah arti sebutir nasi” itu yang seringkali kita pikirkan. Benarkah sebutir nasi itu tidak berharga? Mari kita berhitung bersama – sama.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik(BPS) jumlah penduduk Indonesia saat ini berkisar ±250.000.000 orang. Apabila setiap orang di Indonesia makan sekitar 3x sehari dan menyisakan sebutir nasi setiap kali makan maka aka nada sekitar 750.000.000 butir nasi yang terbuang setiap harinya. Namun, apakah benar kita menyisakan “hanya” sebutir nasi?
 

Dalam setiap kg terdapat ±50.000 butir beras maka kita membuang sekitar 15 ton atau 15.000 kg beras setiap harinya. Apabila 10 orang cukup mengkonsumsi 1 kg beras maka dari sisa sebutir nasi yang terbuang itu akan cukup untuk memberi makan 150.000 orang. Padahal menurut data FAO PBB, setiap hari ada 40.000 orang mati kelaparan di dunia. Ironis bukan? Hal sekecil itu yang tidak kita pedulikan ternyata sangat berarti bagi mereka yang ada di belahan dunia lain. 

Saya punya kisah kedua mengenai hal yang berbeda. Pada hari pemakaman suaminya, Andrew, Anastashia maju ke depan dan memberikan sebuah pidato yang sangat menyentuh hati seluruh orang yang datang. Ia tidak bercerita mengenai kebaikan – kebaikan Andrew selama hidup di dunia. Ia bercerita mengenai hal yang mungkin sedikit membuat beberapa orang tidak nyaman, yaitu cerita mengenai Andrew di tempat tidur.
 

Pernahkan Anda mendengar suara mobil Anda saat sedang kesulitan di nyalakan? Krooookkk… kreeekkk… kroook… kreeekkk… Kroeeeekkk… begitulah bunyi yang dikeluarkan Andrew setiap malam. Begitu kerasnya bunyi itu sampai terkadang Andrew terbangun dan bertanya pada Anastashia bunyi apakah itu? Anastashia selalu menjawab itu hanya kucing tetangga sayang, kembalilah tidur.
Namun, pada masa – masa akhir hidup Andrew bunyi itulah yang menjadi penanda bagi Anastashia bahwa Andrew masih hidup. Anastashia berkata bahwa Ia akan merindukan bunyi – bunyian itu saat malam hari. Ia juga berpesan pada putri – putrinya untuk menemukan pendamping hidup seperti ayahnya. Bukan pria yang sempurna namun yang tidak sempurna namun Ia bisa melihat kesempurnaan dalam ketidaksempurnaannya (perfect in imperfection).


Bagaimana pendapat anda mengenai 2 kisah di atas? Sekarang, saya ingin mengajak Anda sekalian merefleksikan beberapa hal yang ada dalam hidup kita. Seberapa sering Anda berterima kasih pada orang tua yang membesarkan Anda baik dengan kata – kata ataupun hadiah – hadiah kecil? Atau mungkin pada teman yang membantu menyelesaikan tugas – tugas Anda? Bagaimana dengan mereka yang selalu membuat Anda tertawa dan menghibur maupun mendengarkan cerita Anda? Mungkin seringkali kita tidak menyadari relasi kita dalam kehidupan sehari – hari merupakan hal kecil yang sangat berharga. Jadi, mulai saat ini mari kita melihat hal – hal terkecil dalam hidup kita sebagai sesuatu yang sangat berharga dan menjaganya seperti kita menjaga emas dan permata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *