TIME MANAGEMENT

Pada awal abad dua puluh, ilmu manajemen mengembangkan studi tentang gerak dan waktu untuk mengevaluasi aktivitas para pekerja dan produktivitas mereka. Kamera untuk menangkap gerakan lambat dan kalkulator digunakan untuk menganalisis pekerjaan dan tenaga kerja yang tidak diperlukan. Dan berkembanglah prinsip-prinsip dan teknik manajemen waktu
In twentieth century, knowledge of management has developed case about movement and time line to evaluate workers’ activity and their productivity. The purpose of camera is used to capture a slow motion movement and also calculator is used to analyze duties or works which are not important. Then, those things has been developing the principles of time management.

Manajemen waktusendiri adalah tindakan atau proses perencanaan dan secara sadar melakukan kontrol atas jumlah waktu yang dihabiskan untuk kegiatan tertentu, terutama untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi atau produktivitas. Berbagai perangkat manajemen waktu telah menghasilkan penatalayanan sumber daya manusia dan keuangan secara lebih baik

Time management itself is an action or process of planning and usually do control of the amount of time which is spent to do something consciously, especially to improve its effectiveness efficiency or productivity.

Tetapi ada yang perlu kita sadari, bahwa istilah “manajemen waktu” adalah istilah yang tidak tepat. Seseorang tidak dapat berbuat apa-apa terhadap waktu itu sendiri-menunda atau mempercepat, menghemat atau memboroskan, termasuk “mengelola”nya. Kita tidak memiliki kuasa apapun untuk mengelolanya, malahan seringkali kita sendiri yang seolah-olah dikekang oleh waktu.

But we need to know that “time management” term exactly is not the right term.  A person can’t do anything about the time itself – delay or quick it up, thrifty or waste, include “manage” it. We don’t have any power to manage, in fact sometimes the time restraints us.

Pertanyaan yang mendasar adalah apa yang kita kerjakan di dalam kerangka waktu yang diberikan kepada kita. Dengan 24 jam yang ada pada kita-bagaimana kita merencanakan, memutuskan, mengatur, mengevaluasi, dan merevisi tugas kita. Prinsipnya adalah mengelola diri kita sendiri di dalam kerangka waktu yang diberikan pada kita. Inilah arti yang lebih tepat untuk manajemen waktu. 

A fundamental question is what are we doing in that time which has been given to us? We have 24 hours to plan, to decide, to manage, to evaluate, and revise our tasks. The principle is  manage our own self in time framework which has been given to us. This is the appropriate meaning of management time. 

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana cara me-manage waktu dengan benar ?

The next question is how to manage time correctly?

Pertama,dengan menentukan PRIORITAS terhadap aktivitas anda dalam sehari seperti menggunakan prosedur Ivy Lee : menulis enam tugas yang penting dalam satu hari, mengurutkan prioritas dari ke enam tugas penting itu dari yang terpenting, pada esok harinya berkonsentrasi pada tugas yang pertama dan mengerjakan hingga tugas pertama itu selesai sebelum berlanjut ke tugas yang kedua, pada akhir hari memindahkan tugas yang belum selesai ke daftar yang baru dan mengulangi proses ini setiap hari. Kuncinya bukanlah memprioritaskan aktivitas ke dalam jadwal anda, tetapi menjadwalkan prioritas-prioritas anda.

First, we must determine priority of our activities in one day, like Ivy Lee’s procedure : write six important tasks in one day, organize priority from that six tasks, start from tomorrow just concentrate on the very first task and do it till finish before do the second task, in the end of the day just move the task which haven’t done yet to the new schedule and repeat this process everyday.  The key isn’t prioritizing activities in your schedule, but scheduling your own priorities.

Kedua, dengan INVENTARISASI WAKTU,

The second  is time inventory

Ada sebuah ilustrasi, saat kita bertemu dengan teman karib kita yang lama tidak berjumpa kita meluangkan waktu untuk mengobrol sambil minum kopi. Kita asyik bercerita dan berbagi pengalaman sampai tidak terasa 3 jam telah berlalu namun kita hanya merasa baru sebentar saja. Ilustrasi ini menggambarkan waktu eksternal dan internal. Waktu eksternal yang diukur oleh jam dan durasinya sama bagi semua orang. Waktu internal yang dialami sesorang seringkali berbeda.

Illustration. If we meet our a long time no see best friend, we will spend time to talk and drink coffee. However, we will have told about each other stories and shared experiences but we will not have known or even felt that 3 hours will be passing but we will have just felt that moment was a minute. This illustration shows external time and internal. External time is used hour to measure and the duration is all the same to other people. On the other hand, every person has a different feeling or experiencing about the internal time.

Pada saat kita melakukan hal yang menyenangkan, waktu berjalan dengan cepat seakan-akan  terbang. Tetapi saat kita melakukan hal yang membosankan, waktu kira rasakan berjalan seperti kura-kura. Karena alasan ini, cara kita merasakan aktivitas kita bukanlah ukuran yang tepat terhadap lamanya waktu yang dibutuhkan oleh aktivitas tersebut. Kita perlu tahu bagaimana sesungguhnya saat ini kita mempergunakan waktu agar membuat kehidupan kita lebih efektif.

When we do something fun, time flies so fast. However, if we do something bore, we feel that time goes slowly like a turtle. Based on that reason, the way we feel our activities isn’t a right measurement about how long the time that we need yo do those activities. We need to know how we using our time is, so we can make our life more effective.

Ada paralelisasi antara waktu dan uang-pemakaian waktu dan uang. Orang yang sedang dalam kesulitan ekonomi sering pergi ke konsultan keuangan. Mereka berharap segera diberitahu bagaimana menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan serta agar bebas dari utang. Tetapi langkah pertama yang diberikan bukanlah itu melainkan mereka justru diminta untuk menghitung kemana saja mereka menggunakan uang.

There is a parallelization between time and money – the use of time and money. A man who was in the economic difficulties often go to the financial consultant. They wish they will have informed how to balance expenses and incomes and freed from loans. However, the first step isn’t that but they will be asked to count where their money has been used.

Demikian juga dengan orang yang memiliki kesulitan dengan waktu, langkah yang sama adalah hitunglah kemana saja anda menggunakan waktu ?  Sudahkah anda menganggarkan waktu anda dengan baik ? Inilah yang dimaksud dengan inventarisasi waktu. Dengan mengetahui kemana saja perginya waktu kita, maka kita dapat mengurangi sesuatu yang tidak terlalu berguna dan dan mengalihkannya untuk sesuatu yang lebih berguna serta tidak memboroskan waktu yang ada

Similarly, A man who has difficulties with time, the same steps are counting, what have you done with your time?  Have you managed your time very well? This is what we called time inventory. By knowing where our time is going , we could spend our time to something which is more important and we will not waste our time unwisely.

Tentukan prioritas anda dan inventarisasilah waktu yang anda gunakan, itu membantu anda dalam me-manage waktu dengan baik. (ws)

Fix up your priority list and invent your time which is you used, it helps you manage your time very well. (ma)

“Kuncinya terletak bukan pada bagaimana anda menghabiskan waktu, namun dalam menginvestasikan waktu anda.”Stephen R. Covey

The key isn’t on how you are spending your time but on how you invest yours. – Stephen R.Covey
*diterjemahkan oleh : Michelle Angeline


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *