HARGA SEBUAH KEJUJURAN

Kejujuran berasal dari kata jujur, yang menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) artinya :

– lurus hati, tidak berbohong ( misalnya dengan berkata apa adanya )
– tidak curang ( misanya dalam permainan mengikuti peraturan yang berlaku ) ; mereka itulah orang – orang yang disegani
– tulus; ikhlas 

      Dalam menjalani kehidupan, seringkali kita mendengar kata jujur. Namun, tidak dapat dipungkiri aplikasi nyata dari kejujuran itu sangatlah sulit. Jika kita menatap para pemimpin negeri yang seharusnya menjadi teladan dari kejujuran, sangatlah langka untuk menemukan pemimpin negeri yang bersifat jujur. Korupsi yang dilakukan para pemimpin negeri seolah menghancurkan harapan kita akan masa depan bangsa. Bukan hanya pemimpin negeri, dalam hidup kita, sedari kecil kita seolah – olah lebih mengenal kebohongan daripada kejujuran. Tanpa melalui pendidikan formal pun kita mampu untuk berbohong dengan sangat baik. Bagaimana dengan white lies atau berbohong demi kebaikan? Apakah tidak boleh?

     Apabila kita merubah sudut pandang kita dari orang yang kita bohongi tersebut, menurut Anda apakah lebih baik tidak mengetahui kebenaran? Saya rasa tidak. Seburuk apapun kebenarannya, tentu akan lebih baik untuk mengetahui kebenaran daripada menerima kebohongan – kebohongan yang terasa manis.

     Saat masih berada di bangku sekolah, pernahkah Anda mencontek saat ujian? Datang pagi – pagi ke sekolah untuk mencontek tugas yang dikumpulkan hari itu? Meniru persis karya orang lain, mengerjakan tugas sekolah dengan meng-copy paste tanpa mengedit sesuai pengertian kita dan tanpa mencantumkan sumber (Plagiarism)? Hal – hal kecil itu termasuk dalam sikap tidak jujur. Sulit bukan untuk bertindak jujur? Hal yang seolah – olah sepele dan bukan masalah ternyata merupakan suatu sikap tidak jujur.

     Bibit – bibit ketidakjujuran seringkali dimulai dari hal – hal yang paling kecil dan sederhana. Seseorang belajar untuk melakukan korupsi dimulai dari jumlah yang sedikit, lalu lama kelamaan karena merasa tidak puas dengan jumlah yang sedikit itu terus – menerus menambahkan jumlahnya sampai berlipat ganda. Apa yang bermula dari sekali – sekali pada akhirnya menjadi kebiasaan dan akhirnya berakar kuat dalam diri menjadi karakter untuk bertindak tidak jujur.

     Mari kita lihat dari sudut pandang lain, sesungguhnya apa yang menghalangi kita untuk bertindak jujur? Dari pengalaman saya, seringkali seseorang takut untuk bertindak jujur karena takut untuk membayar harga dari kejujuran itu sendiri. Dalam hal study, kita seringkali takut untuk tidak mencontek karena kita tidak ingin nilai kita jelek, takut untuk dimusuhi teman karena tidak memberikan contekan, mencontek tugas milik teman kita karena malas mengerjakan sendiri, melakukan plagiarismkarena tidak mau berusaha lebih keras. Dalam hal pekerjaan, kita takut untuk dimusuhi rekan kerja jika bertindak jujur. Secara umum, kita takut dipandang “berbeda” dan takut segala macam penilaian orang lain tentang diri kita.

     Saya akan menceritakan sebuah kisah nyata tentang teman saya. Sebut saja teman saya bernama mawar. Mawar bekerja di suatu perusahaan swasta dan memiliki posisi sebagai supervisor. Mawar memiliki rekan sekerja yang bernama bakung yang mengajukan suatu dana untuk perusahaan. Bakung melakukan mark-up pada dana yang diajukan ke perusahaan sehingga jumlahnya lebih banyak daripada yang seharusnya. Karena mawar mengetahui apa yang terjadi, mawar mengingatkan bakung supaya tidak melakukan hal itu. Bagaimana respon bakung? Bakung tidak menerima saran mawar dan memilih untuk bertindak lebih jauh. Bakung menyebarkan rumor – rumor buruk di kantor tentang mawar. Akibatnya, mawar dimusuhi rekan sekerjanya yang lain. Namun, suatu hari bos dari perusahaan melakukan penyelidikan tentang mark-up yang dilakukan bakung. Sehingga pada akhirnya, apa yang dilakukan bakung ketahuan. Bagaimana dengan mawar? Pada akhirnya rumor buruk tentang mawar hilang dan rekan sekerjanya meminta maaf. Lebih dari itu, mawar mendapatkan promosidan naik jabatan.

     Dari cerita tersebut, bagaimana pendapat Anda? Sama seperti menyembunyikan bangkai tikus dalam baju kita, itulah nilai ketidakjujuran. Sesulit apapun kita menutupinya, pada akhirnya akan ketahuan juga. Mungkin bangkai itu tidak terlihat, namun jangan lupa, aroma dari bangkai tidak akan bisa ditutupi sekalipun menggunakan parfum yang mahal. Kejujuran mungkin sangatlah sulit untuk dilakukan, namun jika kita berani membayar harga, apa yang akan kita terima sebagai gantinya adalah emas yang sangat berharga. Bisa dikatakan kebahagiaan dan rasa damai tidak akan meninggalkan kita. (ch)

” Honesty is very expensive gift. Do not expect it from cheap people” 
 – Warren Buffet 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *