Kemanakah Perginya Waktu Anda ?

Waktu

Tak seorangpun tahu, kapan waktu mulai bergerak

Dan entah kapan, sang waktu berhenti berjalan

Yang pasti, sampai detik ini dia terus bergerak dan terus bergulir

Entah anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya

Atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat

Dia tetap diam dan terus berjalan

Tanpa memihak siapapun dan membantu siapapun

Tetapi dia bernilai untuk siapapun

         –  Andrie Wongso –

Pernahkah kita berharap untuk memiliki waktu  lebih dari 24 jam dalam sehari ? Entah itu 26 jam, 30 jam , 35 jam atau bahkan  lebih dari itu semua kita ingin memiliki waktu yang sangat panjang dalam satu hari. Kehidupan  kita meninggalkan jejak berupa tugas-tugas yang belum selesai, e-mail yang belum dibalas, buku yang belum dibaca dan teman-teman yang belum dikunjungi. Tentu saja kita berpikir bahwa tambahan waktu ini akan meringankan beban luar biasa yang menekan hidup. Ada banyak hal yang bisa kita selesaikan dengan tambahan waktu itu, mulai dari hal yang kecil hingga hal yang besar, mulai dari yang tidak penting hingga yang terpenting sekalipun.

Tetapi, benarkah bahwa hari yang lebih lama akan menyelesaikan semua masalah kita ? Tidakkah kita akan sama frustasinya dengan waktu dua puluh empat jam yang kita miliki sekarang ini ?

Porsi waktu kita juga tidak akan bisa menolong kita dalam hal mengejar tuntutan-tuntutan yang harus kita penuhi. Pengalaman yang lebih banyak dalam profesi dan studi menambah daftar tugas-tugas yang harus kita lakukan. Kita bekerja lebih keras, banyak waktu yang tersita dan semakin sedikit menikmati hidup

Ketika kita mencoba berhenti sejenak untuk memikirkan hal ini, kita sadar bahwadilema kita ternyata lebih dalam daripada sekedar kurangnya waktu. Permasalahannya bukanlah pada berapa banyak kuantitas waktu yang kita punya namun lebih pada masalah prioritas, berapakah hal penting yang sudah kita selesaikan dengan waktu yang kita miliki. Bekerja keras sebagai seorang professional maupun belajar giat sebagai seorang pelajar itu sendiri tidaklah merugikan. Kita semua tahu apa artinya beraktivitas dengan kecepatan tinggi dan waktu yang lama untuk sesuatu hal yang penting, kelelahan yang diakibatkan oleh hal itu sebanding dengan prestasi dan prestise yang kita peroleh.

Kita hidup dalam  ketegangan terus menerus diantara melakukan apa yang mendesak dengan apa yang penting dan itu berbicara mengenai prioritas. Kita bingung untuk memutuskan apa yang kita lakukan terlebih dahulu, hal yang mendesak atau hal yang penting ? Bahaya terbesar anda adalah membiarkan hal yang mendesak menggeser hal yang penting. Jadwal yang padat dengan berbagai aktivitasnya memojokkan kita untuk memilih apa yang akan kita lakukan selanjutnya, dan di waktu itulah saat yang terbaik untuk kita menyusun skala prioritas.

Bagaimana cara untuk menyusun skala prioritas tersebut ?

Ivy Lee, seorang perintis konsultan manajemen tahun 1920-an memberikan kita sebuah cara untuk menyusun sebuah skala prioritas sederhana, bagaimana kita bisa menyelesaikan banyak hal dengan waktu yang kita miliki. Ada 5 cara yang Ivy Lee jelaskan :

1.      Tulislah enam tugas yang penting dalam satu hari

2.      Urutkanlah prioritas dari ke enam tugas penting itu dari yang terpenting

3.      Pada esok hari, konsentrasilah pada tugas yang pertama. Kerjakanlah hingga tugas pertama itu selesai sebelum berlanjut ke tugas yang kedua

4.      Lakukan hal yang sama pada tugas-tugas berikutnya. Pada akhir hari, pindahkanlah tugas yang belum selesai ke daftar yang baru

5.      Ulangi proses ini setiap hari

Lee berkata jangan khawatir jika hanya satu atau dua tugas yang terselesaikan pada hari itu. Sasaran utamanya bukanlah menyelesaikan semua tugas itu, melainkan menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang paling penting. Dengan kata lain kerjakan yang terpenting lebih dahulu.
“ Dahulukan yang terpenting maka hal-hal yang penting akan mengikuti, dahulukan hal-hal yang penting maka kita akan kehilangan baik yang terpenting maupun yang penting”
                                              – C. S. Lewis –

 

Kemanakah perginya waktu anda ?
Anda sendiri yang akan menentukan kemana perginya waktu anda, tergantung dari bagaimana cara anda mengelola waktu yang dimiliki saat ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *